Selasa, 23 Maret 2010

Penambangan Ramah Lingkungan



Wed, 2010-03-24 00:28:47
1
1



<br />Penambangan Pasir Laut Berkesinambungan dan Ramah Lingkungan, Studi Kasus Penambangan Pasir di Perairan Kepulauan Riau <br />

I002-5
I002-5



Delinom, Robert M.
Hartanto, Priyo
Mahdi, Tjetjep
Rachmat, Arief
Suriadarma, Ade
Nugraha, Sastra



Sedimen
Lingkungan Hidup
Pasir Laut
Abrasi
Kekeruhan
Konservasi

Inventarisasi Sumberdaya Alam
Laporan Penelitian

Indonesia
Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
2002
Bandung



Penambangan pasir laut di Daerah Riau Kepulauan akhir-akhir ini meningkat pesat dan cenderung untuk tidak terkendali. Penambangan yang tak terencana akan mempercepat proses perusakan pulau-pulau di sekitar lokasi dimana penambangan dilakukan. Kerusakan yang terjadi dan paling kasat mata adalah terjadinya abrasi pantai dan meningkatnya kekeruhan air laut. Terjadinya abrasi akan menyebabkan rusaknya ekosistem dan populasi hutan bakau serta hilangnya pulau-pulau kecil. Sementara itu, meningkatnya kekeruhan akan menyebabkan berkurangnya populasi ikan dan rusaknya ekosistem koral. Oleh karena itu, untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang belum terjadi dan mengurangi dampak yang diperlirakan akan terjadi di masa mendatang, maka diperlukan suatu model penambangan yang ramah lingkungan dengan memperhitungan kecepatan pengendapan pasir dan luas daerah penambangan. Penghitugan mengenai jumlah pasir yang terendapkan dapat dilakukan dengan metoda Slopes (Shorelines and Orthogonal Process Emulation System) yang sangat bergantung pada kedalaman laut, jarak penambagan dari pantai, tinggi gelombang, perioda gelombang, dan arah penjalaran gelombang. Untuk mempermudah penghitungan jumlah sedimen yang diendapkan, satu perangkat lunak komputer dibuat dengan menggunakan bahasa Pascal.

There is no item/copy for this title yet




<br />Model Mineralisasi Hidrotermal di Pegunungan Selatan Jawa: Kasus Daerah Gunung Subang, Kecamatan Tanggeung, Cianjur, Jawa barat <br />

I007-4
I007-4



Ismayanto, Ahmad Fauzi
Setiawan, Iwan
Sumantri, Toto A.F.
Listiyowati, Lina Nur



Magmatik
Logam polimetalik
Bahan galian industri
Sistem hidrotermal
Sedimen

Inventarisasi Sumberdaya Alam
Laporan Penelitian

Indonesia
Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI
2007
Bandung



Daerah penelitian yang disusun oleh batuan-batuan magmatik dan sedimen, memiliki potensi endapan mineral logam polimetalik seperti emas (Au), perak (Ag), seng (Zn), timah hitam (Pb), dan endapan bahan galian indarstri seperti tras, kaolin, sirtu, andesit dan lain-lain. Terdapat empat lokasi penting zona urat termineralisasi yaitu daerah Cicelak, Cigadobras, Cibogo dan Cilangkap. Mineral ubahun dan mineralisasi yang terbentuk berasosiasi dengan kehadiran k-felspar, klorit, karbonat, kuarsa, serisit-muskovit, illit, montnmorilonit, kaolinit, haloysit, pirit, kalkopirit, sfalerit, galena, dan emas. Berdasarkan pengamatan singkapan dan komposisi mineral ubahan yang terbentuk, daerah penelitian secara keseluruhan termusuk ke dalarn tipe urat polimetalik epitermal-mesotermal bersulfida rendah. Manifestasi airpanas di daerah Cibuni yang mengendapkan garam, menunjukkan indikasi sistem hidrotermal yaitu sumber panas (magma) dan fluida hidrotermal, yang melalui rekahan pada batuan sedimen yakni Formasi Koleberes. Sehingga dapat ditafsirkan bahaya ubahan dan mineralisasi sedang terbetuk sampai sekarang pada batuan induk batuan sedimen. Emas secara mikroskopik teramati hadir di dalam urat kuarsa yang berasosiasi dengan pirit, kalkopirit dan galena, seperti pada urat Cigadobras yang mengalami pengkayaan supergen sehingga pengendapan emas ditafsirkan, berdasarkan asosiasnya, terbentuk pada suhu dan kedalaman rendah seperti: galena, dan mangan sebagaimana umumnya pembentukan emas tipe epithermal. Sementara di daerah lainnya tidak teramati kehadiran emas, ini disirnpulkan sementara bahwa kehadiran emas berkaitan dengaun proses pengkayaan.

There is no item/copy for this title yet




<br />Marine Acoustic Interpretations of The Selat Laut, South Kalimantan-Indonesia <br />
Vol 19 No 1 May 204
(055)551.468
(055)551.468/MAR/b



Kusnida, D
Faturachman, A



Kalimantan Selatan
Batubara
Sedimen
Formasi Warukin
Survei Geologi dan Geofisika Kelautan
Seismik Laut
Formasi Tanjung

Bulletin of Marine Geology


English
Marine Geological Institute
2004
Sebastopol, CA
Hal. 1


Pada tahun 1999, Puslitbang Geologi Kelautan melaksanakan survei geologi dan geofisika kelautan di Selat Laut, Kalimantan Selatan. Tujuan dari survei adalah untuk mengidentifikasi kemenerusan sedimen mengandung batubara yang tersingkap di sepanjang pantai timur Kalimantan Selatan dan pantai barat Pulau Laut. Korelasi kesebandingan antara penampang seismik laut dengan inti bor darat dan laut memungkinkan identifikasi kerangka stratigrafi seismik laut menjadi dua interval seismik (sekuen pengendapan) yaitu Formasi Tanjung dan Formasi Warukin.

There is no item/copy for this title yet